Selasa, November 03, 2009

ARTIKEL IDE DAN PELUANG KEWIRAUSAHAAN


ARTIKEL
IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN


KELAS V B
DI SUSUN OLEH
1. FITRA ALMUNAWIR (08610362)
2. SEVRY MANDEGA S. (08610390)


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN 2009

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami limpahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah kepada kami sehingga penyusunan Artikel ini dapat terselesaikan dengan lancar, Amin.
Tidaklah lupa pula salam serta salawat kami junjungkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah menuntun umat-Nya dari alam gelap gulita menuju alam terang benerang, seperti apa yang kami rasakan sekarang ini.
Ucapan terima kasih juga terhadap segenap pembantu, yang telah membantu kami dalam penyusunan Artikel ini sehingga dapat terselesaikan.
Tanpa bantuan dari segenap pihak, maka penyusunan Makalah ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat diaplikasikan dalam kehidupanya.


Malang, 13 Oktober 2009



Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN
1.1 Judul……………………………………………………. 4
1.2 Pengarang………………………………………………. 4
1.3 Abstrak…………………………………………………. 4

II. PEMBAHASAN
2.1 Ide Kewirausahaan……………………………………… 5
2.2 Sumber-sumber Potensial Peluang…………………….. 6
2.3 Mengamati Pintu Peluang……………………………… 7
2.4 Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan….. 9

III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………. 10
3.2 Saran…………………………………………………… 11




I. PENDAHULUAN
Judul Ide dan Peluang dalam Kewirausahaan
Pengarang Teknik Informatika – Universitas Widyatama

Abstrak Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara Menciptakan produk baru dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam, menaksi biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.








II. PEMBAHASAN
2.1 Ide Kewirausahaan
Nilai suatu barang atau produk dapat diciptakan melalui:
• Inovasi
Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan.
• Mengubah tantangan menjadi peluang
Menciptakan permintaan melalui penemuan baru (market driven).

Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dalam mengevaluasi ide, wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
• Pengurangan resiko melalui strategi yang proaktif
• Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin
• Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat

Ada tiga resiko yang perlu dievaluasi, yaitu:
• Resiko pasar atau resiko persaingan, terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar
• Resiko finansial, terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya
• Resiko teknik, terjadi akibat kegagalan teknik

Bagaimana ide dapat menjadi peluang, ada beberapa cara untuk melakukannya yaitu:
• Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metoda yang lebih baik untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan
• Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
• Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi, bagaimana pekerjaan dilakukan atau dimodifikasi cara melakukan suatu pekerjaan
2.2 Sumber-sumber Potensial Peluang
Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara Menciptakan produk baru dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam, menaksi biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.
Menciptakan Produk Baru dan Berbeda
Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu wirausaha harus benar-benar mengenal perilaku konsumen di pasar.
Ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:
• Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan
• Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/jasa

Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:
• Analisis demografi pasar
• Analisis serta tingkah laku pesaing
• Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat dianggap dapat menciptakan peluang



2.3 Mengamati Pintu Peluang
Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:
• Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru
• Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru
• Dukungan keuangan
• Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar

Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.
Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer):
• Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat
• Kerugian teknik harus rendah
• Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya
• Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih
• Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya
• Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumbe-sumber untuk menghasilkan produk barunya




Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi
Resiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi pasarnya:
• Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing
• Tingkat keberhasilan yang dicapai pesaing dalam pengembangan produknya
• Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru

Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.
2.4 Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan
Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Komptensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman.
Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut tercermin dalam:
• Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)
• Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)
• Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)
• Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)
• Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya

Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
• Menghasilkan produk atau jasa baru
• Menghasilkan nilai tambah baru
• Merintis usaha baru
• Melakukan proses/teknik baru
• Mengembangkan organisasi baru



III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang ada, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Nilai suatu barang atau produk dapat diciptakan melalui inovasi dan Mengubah tantangan menjadi peluang
2. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar
3. Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil
4. Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:
• Analisis demografi pasar
• Analisis serta tingkah laku pesaing
• Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat dianggap dapat menciptakan peluang
5. Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana
6. Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan






3.2 Saran
Seharusnya Wirausaha tidak hanya bergantung pada kemampuan Wirausaha dalam menganalisis pasar dalam memperoleh peluang, seharusnya Wirausaha juga memanfaatkan Teknologi sebagai riset dalam menentikan peluang.

Sabtu, Oktober 31, 2009

PENELITIAN TERHADAP PERUSAHAAN TRAVEL KOTA MALANG

LAPORAN PENELITIAN

PERUSAHAAN TRAVEL





KETUA KELOMPOK : FITRA ALMUNAWIR (08610362)
ANGGOTA KELOMPOK :
• MOH. ZULFIKRI (08610220)
• MUHAMMAD FALIKIN (08610210)
• DARTO AQLI (08610214)
• DIAN PRASETYA FAJAR S. (08610203)









JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2009/2010



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami limpahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah kepada kami sehingga penyusunan Laporan ini dapat terselesaikan dengan lancar, Amin.
Tidaklah lupa pula salam serta salawat kami junjungkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah menuntun umat-Nya dari alam gelap gulita menuju alam terang benerang, seperti apa yang kami rasakan sekarang ini.
Ucapan terima kasih juga terhadap segenap pembantu, yang telah membantu kami dalam penyusunan Laporan ini sehingga dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan.
Tanpa bantuan dari segenap pihak, maka penyusunan Laporan ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat diaplikasikan dalam kehidupanya.





Malang, 18 Oktober 2009


Penyusun












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………….. 2
DAFTAR ISI…………………………………………………………. 3
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………….. 4
1.2 Perumusan Masalah……………………………………. 5
1.3 Tujuan Penelitian………………………………………. 5
1.4 Manfaat Penelitian………………………………………5

II. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Manajemen...................................................... 6
2.2 Fungsi-fungsi Manajemen................................................. 7
III. DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN…………………………………… 9
IV. DESKRIPSI RESPONDEN……………………………………………… 12
V. DESKRIPSI JAWABAN RESPONDEN………………………………. 19
VI. PEMBAHASAN…………………………………………………………. 21
VII. PENUTUP
6.1 Kesimpulan........................................................................ 23
6.2 Kritik dan Saran................................................................ 23












I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen. Baik langsung maupun tidak langsung, baik disadari atau tidak disadari manusia menggunakan prinsip-prinsip dari manajemen. Ilmu manajemen ilmiah timbul timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua eropa barat dan amerika. Dimana di Negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama Revolusi Industri, yaitu perubahan-perubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efesien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragam jenisnya.
Sekarang timbul pertanyaan, “siapa sajakah yang sebenarnya yang memakai manajemen ?”, apakah hanya digunakan diperusahaan saja atau apakah hanya dipemerintahan saja. Manajemen diperlukan disegala bidang, bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan, dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Kini, banyak Perusahaan-perusahaan yang menerapkan ilmu manajemen sebagai dasar dari kegiatan atau aktifitas perusahaanya, karena dengan menerapkan manajemen didalamnya maka program kegiatan akan berjalan dengan baik dan secara teratur serta terstruktur.
Perusahaan travel merupakan salah satu jenis perusahaan yang memanfaatka fungsi manajemen sebagai terapan dalam perusahaan mereka. Karena dengan menerapkan ilmu manajemen, perusahaan travel akan dengan lancarnya melaksanakan aktivitas perusahaanya, seperti dalam perencanaan kegiatan yaitu sampai pada segmentasi mana perusahaan travel ini dapat melayani. Apakah mereka mampu melayani semua Kota dan Kabupaten yang ada di Jawa Timur, atau hanya sebagianya saja.
Oleh karenanya ilmu manajemen sangat berpengaruh besar dalam usaha travel, khususnya yang ada di kota malang, sehingga dalam menerapkanya, kegiatan perusahaan akan sangat dengan mudah dijalankan dan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
1.2 Perumusan Masalah
1. Bagaimana caranya agar perusahaan travel dapat melayani konsumen dengan sebaik mungkin ?
2. Apa saja yang akan dilakukan perusahaan travel dalam menghadapi kendala ?
3. Segmentasi pasar yang mana yang bisa perusahaan travel capai ?

1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk menawarkan kemudahan dalam melakukan perjalanan apabila membutuhkan jasa angkutan.
2. Memberikan gambarab nyata, bahwa dengan menggunakan jasa biro travel, maka perjalanan akan terasa sangat mudah untuk mendapatkan tiketnya.

1.4 Manfaat Penelitian
1. Dapat mengetahui manajemen yang dilakukan olek perusahaan travel.
2. Dapat dijadikan pengalaman apabila ingin mendirikan sebuah usaha.
3. Dapat mempromosikan perusahaan travel yang ada di kota Malang.















II. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakandan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut :

1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel :
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

2. Menurut R. Terry :
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai
sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

3. Menurut James A.F. Stoner :
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi
lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.

4. Menurut Lawrence A. Appley :
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.

5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan
pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


2.2 Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi manajemen menurut beberapa penulis antara lain :
1. Ernest Dale : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Innovating, Representing dan
Controlling.
2. Oey Liang Lee : Planning, Organizing, Directing, Coordinating, Controlling.
3. James Stoner : Planning, Organizing, Leading, Controlling.
4. Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
5. Lindal F. Urwich : Forescating, Planning, Organizing, Commanding, Cordinating, Controlling.
6. Dr. SP. Siagian MPA : Planning, Organizing, Motivating, Controlling.
7. Prayudi Atmosudirjo : Planning, Organizing, Directing/ Actuating, Controlling.
8. DR. Winardi SE : Planning, Organizing, Coordinating, Actuating, Leading, Communicating,
Controlling.
9. The Liang Gie : Planning, Decision Making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.

Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas dapat dikombinasikan menjadi 10 fungsi yaitu :
1. Forecasting (ramalan) yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan
yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.
2. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk
mencapai hasil yang diharapkan.
3. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk
dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.
4. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia
sejak dari penarikan tenaga kerja baru. latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar
setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.
5. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando) yaitu usaha memberi
bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan
(delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan.
6. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan.
7. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi
kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-
padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
8. Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan
agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.
9. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk
menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
10. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.
Proses pelaksanaan kegiatan manajemen, maka fungsi manajemen yaitu perencanaan,
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Ini adalah fungsi-fungsi ke
dalam perusahaan, sedang fungsi manajer ke luar perusahaan adalah :
1. mewakili perusahaan dibidang pengadilan.
2. ambil bagian sebagai warga negara biasa.
mengadakan hubungan dengan unsur-unsur masyarakat.



















III. DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN
A. NAMA USAHA DAN ALAMAT
1. Stasiun Tiket ; Trunojoyo 46 F1 (322777)
2. Siluet Tour and Travel ; Trunojoyo 46 (336633)
3. Lia Jaya Sentosa Tour and Travel ; Trunojoyo 46C (333062)
4. Surya Travel ; Trunojoyo 10E (0341) 354117
5. Sentral Tiket ; Jl. Tlogomas 99 Kaf. 6 (0341) 575188/575288
6. Jalak Gading ; Jl. Trunojoyo Gang 1 (0341) 333071
7. Cv. Benani ; Jl. Raya ogomas 1C Rt. 06/07 Ruko Landung Sari Kav. 8
8. Jaya Sakti / Ranta Travel ; Jl. Basuki Rahmat No. 1 (340400)
9. Anugrah Travel ; Jl. Hamid Rusdi K. 46 (0341) 327729/334677
10. Tanjung Permi Tour and Travel ; Jl. Basuki Rahmat 41 Mlang (0341) 327141
11. Sigma executive travel and tour ; Jl. Trunojoyo 10 E (0341) 354117
12. Mentari Travel ; Jl. Trunojoyo 10 E (stasiun Kota baru) Telp. (0341) 354117
13. Surya Utama Tour and Travel ; Jl. Trunojoyo Blok G1 (0341) 333071



B. NAMA PEMILIK / PEMIMPIN :
1. Dwi Prastanti
2. Edi Nurwanto, ST
3. Irawan
4. Kasrin
5. Ir. Weheldy
6. Sutrisno
7. Mohammad Sulfannah, ST
8. Jurwanto
9. Dedi Nurwanto
10. Purnama Dwi
11. Kasrin
12. Kasrin
13. Sutrisno

C. TAHUN PENDIRIAN DAN IZIN USAHA
1. 14 Februaru 2009
2. 14 Februari 2009
3. Tahun 2004
4. Tahun 1997
5. Juni tahun 2009
6. Tahun 2009 (izin usaha)
7. Tahun 1997 dan izin usaha 26 Desember 2007
8. Tahun 2002
9. Maret tahun 2005
10. 13 Mei 1998 dan izin usaha 4 Maret 2004
11. Tahun 1997
12. Tahun 1997
13. Tahun 2009 (izin usaha)

D. JUMLAH KARYAWAN
1. 4 ORANG
2. 15 ORANG
3. 12 ORANG
4. 6 ORANG
5. 4 ORANG
6. 4 ORANG
7. 20 ORANG
8. 13 ORANG
9. 9 ORANG
10. 25 ORANG
11. 6 ORANG
12. 6 ORANG
13. 4 ORANG

E. PENGALAMAN BEKERJA SEBELUM BEKERJA DISINI
1. Biro jasa travel
2. Biro jasa travel
3. Biro jasa travel
4. Biro jasa travel
5. Dosen Perguruan tinggi negri
6. Pegawai Bank dan Koperasi
7. Bekerja di bengkel mobil, bengkel mesin industri dan di Karoseri adi putra
8. Bekerja di koperasi
9. Biro jasa travel
10. Biro jasa travel, pelayan hotel
11. Biro jasa travel
12. Biro jasa travel
13. Pegawai Bank dan koperasi

IV. DESKRIPSI RESPONDEN
A. NAMA-NAMA RESPONDEN
1. Dwi P.
2. Mila
3. Kistyah
4. Dyah
5. Cucus D.
6. Pak rizal
7. Mohammad Sulfannah, ST
8. Sri Astuti
9. Asti
10. Dina
11. Dyah
12. Dyah
13. Pak rizal

B. JENIS KELAMIN DAN USIA RESPONDEN
1. Perempuan dan 32 tahun
2. Perempuan dan 30 tahun
3. Perempuan dan 41 tahun
4. Perempuan dan 25 tahun
5. Perempuan dan 17 tahun
6. Laki-laki dan 50 tahun\
7. Laki-laki dan 38 tahun
8. Perempuan dan 28 tahun
9. Perempuan dan 20 tahun
10. Perempuan dan 24 tahun
11. Perempuan dan 25 tahun
12. Perempuan dan 25 tahun
13. Laki-laki dan 50 tahun

C. PENDIDIKAN RESPONDEN
1. SD =1985;SMP=1988;SLTA=1991
2. SD=1987;SMP=1990;SLTA=1993;P TINGGI=1997
3. SD=1976;SMP=1979;SLTA=1982
4. SD=1996;SMP=1999;SMK=2002
5. SD=2003;SMP=2006;SMK=2009
6. SD=1997;SMP=1970;SMK=1973
7. SD=1985;SMP=1988;STM=1991;P TINGGI=1997
8. SD=1993;SMP=1996;SMK=1999
9. SD=2001;SMP=2003;SMK=2006
10. SD=1997;SMP=2000;SMK=2003
11. SD=1996;SMP=1999;SMK=2002
12. SD=1996;SMP=1999;SMK=2002
13. SD=1967;SMP=1970;SMK=1973

D. LAMA BEKERJA RESPONDEN
1. 6 BULAN
2. 6 BULAN
3. 2 TAHUN
4. 5 TAHUN
5. 4 BULAN
6. 9 TAHUN
7. 12 TAHUN
8. 1 TAHUN
9. 2 TAHUN
10. 7 BULAN
11. 5 TAHUN
12. 5 TAHUN
13. 9 TAHUN

E. OMSET USAHA
1. Rp 2,000,000 per bulan
2. Rp 4,000,000 per bulan
3. Rp 2,000,000 per bulan
4. Rp 4 000,000 per bulan
5. Rp 20,000,000 per bulan
6. Rp 3,500,000 per bulan
7. Rp 200,000,000 per bulan
8. Rp 40,000,000 per bulan
9. Rp 3,000,000 per bulan
10. Rp 10,000,000 per bulan
11. Rp 4,000,000 per bulan
12. Rp 4,000,000 per bulan
13. Rp 3,500,000 per bulan



STRUKTUR ORGANISASI

1).


2).

3).







4.)




5).







6.)







7).

8).


9).






10).


11).














12).















13).




















V. DESKRIPSI JAWABAN RESPONDEN

A. Tabulasi Fungsi Perencanaan

Nomor
(Nama Responden) Alternative Jawaban Responden
Sama Sekali Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Hingga Batas Tertentu Setuju Benar-benar Setuju
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
8 
9 
10 
11 
12 
13 

B. Tabulasi Fungsi Pengorganisasian

Nomor
(Nama Responden) Alternative Jawaban Responden
Sama Sekali Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Hingga Batas Tertentu Setuju Benar-benar Setuju
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
8 
9 
10 
11 
12 
13 







C. Tabulasi Fungsi Pengarahan

Nomor
(Nama Responden) Alternative Jawaban Responden
Sama Sekali Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Hingga Batas Tertentu Setuju Benar-benar Setuju
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
8 
9 
10 
11 
12 
13 

D. Tabulasi Fungsi Pengendalian

Nomor
(Nama Responden) Alternative Jawaban Responden
Sama Sekali Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Hingga Batas Tertentu Setuju Benar-benar Setuju
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
8 
9 
10 
11 
12 
13 










VI. PEMBAHASAN

Dalam diskripsi objek penelitian, usaha biro travel yang kami wawancarai paling banyak di daerah Trunojoyo. Hampir 80% usaha biro travel yang kami wawancarai menjajaki daerah ini dengan tahun pendirian hampir rata-rata Tahun 2009.
Dari responden terhadap perusahaan yang kami wawancarai, kebanyakan dari mereka hanya bekerja di biro jasa travel, karena kebanyakan dari mereka baru beberapa tahun saja memiliki pengalaman kerja, sehingga belum terlalu banyak pengalaman pekerjaan yang mereka geluti.
Kebanyakan responden dari biro jasa travel yang kami wawancarai adalah Perempuan. Hampir 90% adalah perempuan yang menjadi respondenya, karena menurut respondenya, perempuan lebih mengena pemasaranya terhadap perusahaan travel dibanding laki-laki.
Rata-rata pendidikan responden yang kami wawancarai adalah kebanyakan sampai lulusan SLTA dengan usia rata-rata 25 Tahun keatas. Omset per bulan usaha travel yang kami wawancarai rata-rata dibawah Rp. 5.000.000, karena hampir kebanyakan juga perusahaan travel yang kami wawancarai adalah perusahaan baru.
Pada tahap Perencanaan, Kebanyakan perusahaan travel yang kami wawancarai memilih setuju dalam setiap kuisioner yang kami ajukan terhadap fungsi perencanaan perusahaan mereka.
Begitu juga dengan fungsi pengorganisasian perusahaan mereka, kebanyakan atau sebagian besar memilih setuju dalam menjawab kuisioner yang kami ajukan.
Pada tahap pengarahan, tidak ada bedanya dengan tahap pengorganisasian dan perencanaan, sebagian besar perusahaan memilih setuju untuk menjawab setiap kuisioner yang kami ajukan. Hanya seperempatnya saja yang menjawab setuju hingga batas tertentu dari kuisioner yang telah kami ajukan.
Pada tahap pengendalian berbeda, kuisioner yang kami ajukan terhadap perusahaan yang kami wawancarai ternyata seperempat memilih setuju hingga batas tertentu, seperempatnya lagi memilih benar-benar setuju dari kuisioner yang kami ajukan. Dan sisanya adalah memilih jawaban setuju terhadap pertanyaan-pertanyaan kuisioner.









 Analisa Dengan Tabel Distribusi Frekuensi

NO JUMLAH KARYAWAN OMZET USAHA J.K X O.U
1 4 ORANG Rp. 2 juta /Bulan Rp. 8 juta
2 15 ORANG Rp. 4 juta Rp. 60 juta
3 12 ORANG Rp. 2 juta Rp. 24 juta
4 6 ORANG Rp. 4 juta Rp. 24 juta
5 4 ORANG Rp. 20 juta Rp. 80 juta
6 4 ORANG Rp. 3,5 juta Rp. 14 juta
7 20 ORANG Rp. 200 juta Rp. 4000 juta
8 13 ORANG Rp. 40 juta Rp. 52 juta
9 9 ORANG Rp. 3 juta Rp. 27 juta
10 25 ORANG Rp. 10 juta Rp. 250 juta
11 6 ORANG Rp. 4 juta Rp. 24 juta
12 6 ORANG Rp. 4 juta Rp. 24 juta
13 4 ORANG Rp. 3 juta Rp. 12 juta
JUMLAH 128 0RANG Rp. 299.500.000 Rp. 4.599.500.000

Rata-rata = ∑J.K X O.U
∑ JUMLAH KARYAWAN

= Rp. 4.599.500.000
128 ORANG

= Rp. 35.929.687,5

Dari analisa dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi diatas, maka kami dapat menyimpulkan bahwa keseluruhan perusahaan travel yang telah kami wawancarai, hanya mendapat Rp. 35.929.687,5 rata-rata bersih yang mereka capai.
Oleh karena itu, perusahaan travel harus meningkatkan lagi fungsi manajemen yang mereka miliki dengan berbagai strategi yang dapat dianggap menguntungkan bagi perusahaan.












VII. PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Dari pembahasan Laporan terhadap Perusahaan yang telah kami teliti, maka kami dapat menarik kesimpulan :
1. Sebagian besar Perusahaan travel yang kami wawancarai bertempat di daerah Trunojoyo.
2. Kebanyakan responden dari Perusahaan travel yang kami wawancarai adalah Perempuan.
3. Rata-rata pendidikan responden yang kami wawancarai adalah kebanyakan sampai lulusan SLTA dengan usia rata-rata 25 Tahun keatas.
4. Omset per bulan usaha travel yang kami wawancarai rata-rata dibawah Rp. 5.000.000

6.2 Saran
Menurut kelompok kami, sebaiknya Perusahaan travel yang kami wawancarai meningkatkan fungsi manajemen yang dimiliki Perusahaan agar omset dari Perusahaan dapat ditingkatkan, karena rata-rata omset Perusahaan yang kami wawancarai dibawah Rp. 5.000.000

Senin, Oktober 19, 2009

ARTIKEL
PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SDM NGO



DI SUSUN OLEH :
FITRA ALMUNAWIR : 08610362



JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN 2009/2010
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya limpahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah kepada saya sehingga penyusunan Artikel ini dapat terselesaikan dengan mudah, Amin.
Tidaklah lupa pula salam serta salawat saya junjungkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah menuntun umat-Nya dari alam gelap gulita menuju alam terang benerang, seperti apa yang saya rasakan sekarang ini.
Ucapan terima kasih juga terhadap segenap pembantu, yang telah membantu saya dalam penyusunan Artikel ini sehingga dapat terselesaikan, khususnya bagi :
1. Definta septiani
2. Muhammad Masud
3. Sri Sani
4. Abdilla Muhammad

Tanpa bantuan dari segenap pihak, maka penyusunan Artikel ini tidak akan berjalan sesuai yang diinginkan.

Semoga Artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat diaplikasikan dalam kehidupanya.


Malang, 13 Oktober 2009



Penyusun



PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SDM NGO

NGO merupakan sebuah organisasi yang dinamis dimana orang-orang yang bergabung biasanya kritis, memiliki komitmen dan idealisme tinggi, namun kurang menyukai hal-hal yang bersifat administratif dan aturan baku.. Hal ini biasanya yang mengakibatkan konflik antara orang-orang program dan bagian internal yang mengurus manajemen organisasi dan SDM NGO. Terlebih karena biasanya jarang sekali ada bagian khusus yang menangani SDM, sehingga tugas dan pengelolaan SDM tumpang tindih menjadi tugas Office Manager, Kepala Keuangan dan bahkan menjadi beban Direktur atau pimpinan NGO.
Padahal banyak sekali hal yang harus dilakukan berkaitan dengan manajemen SDM NGO. Apakah yang dimaksud Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)? MSDM dapat didefinisikan sebagai pendekatan strategis dan koheren untuk mengelola aset paling berharga milik organisasi yaitu orang-orang yang bekerja di dalam organisasi, baik individu ataupun kolektif, memberikan sumbangan untuk mencapai sasaran organisasi (Amstrong, 2003). Hal ini berarti MSDM mencakup konflik dalam organisasi, sistem atau SOP yang diberlakukan di organisasi, penilaian kinerja dan pengembangan staf, sistem remunerasi seperti penggajian dan sebagainya.
Berdasarkan pertimbangan kebutuhan manajemen NGO untuk memahami tentang Manajemen SDM NGO maka PACIVIS akan menyelenggarakan workshop tentang Pengelolaan SDM NGO yang Efektif. Pada pertemuan pertama ini akan membahas tentang Perencanaan dan Pengembangan Staf untuk SDM NGO. Perencanaan SDM yang dimaksud adalah supaya jumlah staf dan beban kerja organisasi seimbang. Diharapkan jangan sampai merekrut orang yang hanya menjadi beban organisasi di belakang, baik dari segi jumlah maupun kualitas orang yang bersangkutan. Selain itu perencanaan SDM NGO biasanya juga menyangkut pengembangan staf, baik pengembangan ketrampilan, pengetahuan dan wawasan yang terkait dengan bidang pekerjaan dan NGO bersangkutan.


Setelah pelatihan dilakukan, peserta diharapkan dapat:
1. Membuat perencanaan yang integratif anatara Program, Keuangan dan SDM
2. Membangun sistem perencanaan SDM NGO
3. Membuatan Pedoman Perencanaan SDM NGO dan implementasi di organisasinya

Metode : Tutorial-Interaktif, Diskusi Kelompok dan Studi Kasus
Narasumber : Y. Dian Indraswari
Saat ini bekerja sebagai Program Officer di PACIVIS-UI menangani program NMCP. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Koordinator Administrasi dan Personalia di ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat) selama kurang lebih 5 (lima) tahun. Beliau juga pernah menjadi trainer di beberapa lembaga kemahasiswaan, LPPPKS Salatiga, dan PT Pos Salatiga. Beliau pernah menjadi relawan di Paguyuban Anak Jalanan Semarang (PAJS) yang sekarang menjadi Yayasan Setara dan menjadi relawan di Yayasan Sawo Kecik, Ponorogo. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata dan sedang melanjutkan program pasca sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia kekhususan Intervensi Sosial.











‘Tabel 1. Satuan Acara Pelatihan

MAKALA TENTANG PRODUK MAKANAN "RUMAH KEDELAI RESTO"

MAKALAH

PRODUK MAKANAN

RESTAURANT RUMAH KEDELAI

(HOUSE OF SOYBEAN RESTO)

KETUA KELOMPOK : FITRA ALMUNAWIR (08610362)

ANGGOTA KELOMPOK :

· SEVRY MANDEGA S . (08610390)

· MAYA RAHMAWATI (08610394)

· HENI WAHYUNI (08610385)

· SUPRIHATIN AGUSTIANA (08610395)

· ZENNY HAYU L. (08610400)

· FENDI SUWITO (08610377)

· LAYINA YASMIN (08610392)

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami limpahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah kepada kami sehingga penyusunan Makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar, Amin.

Tidaklah lupa pula salam serta salawat kami junjungkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah menuntun umat-Nya dari alam gelap gulita menuju alam terang benerang, seperti apa yang kami rasakan sekarang ini.

Ucapan terima kasih juga terhadap segenap pembantu, yang telah membantu kami dalam penyusunan Makalah ini sehingga dapat terselesaikan, khususnya bagi :

1. Definta septiani

2. Muhammad Masud

3. Sri Sani

4. Abdilla Muhammad

5. Oktandika

6. Triogo Adi Winoto

Tanpa bantuan dari segenap pihak, maka penyusunan Makalah ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat diaplikasikan dalam kehidupanya.

Malang, 18 Oktober 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………. 4

1.2 Perumusan Masalah………………………………………………………. 5

1.3 Tujuan Penelitian…………………………………………………………. 6

1.4 Manfaat Penulisan………………………………………………………… 6

1.5 Sistematika Penulisan…………………………………………………….. 7

II. PEMBAHASAN

2.1 Tahapan STP dalam Rumah Kedelai…………………………………….. 8

2.2 Dasar Untuk Mensegmentasi Pasar Konsumen Bagi Produk Rumah

Kedelai…………………………………………………………………… 9

2.3 Segmen yang Efektif Bagi Rumah Kedelai……………………………… 9

2.4 Penentuan Produk………………………………………………………... 11

2.5 Menentukan Harga………………………………………………………. 12

2.6 Penempatan Lokasi Usaha………………………………………………. 14

2.7 Melakukan Promosi……………………………………………………… 15

III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………. 16

3.2 Saran……………………………………………………………………... 17

IV. DAFTAR PUSTAKA

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fenomena makanan dewasa ini, apabila dikaji secara historis akan sangat banyak jenisnya. Apabila diamati dan diikuti perkembanganya, ada banyak sekali bahan makanan atau metode pengolahan bahan makanan baru yang terus berkembang, baik yang berasal dari kekayaan bangsa kita sendiri maupun yang berasal dari belahan dunia lain. Semakin kita mengikuti perkembangan dunia, maka semakin fariatif pula jenis makanan atau olahan makanan dan minuman yang dapat kita ketahui atau bahkan yang dapat kita konsumsi baik secara langdung maupun secara teknik.

Apabila kita teliti secara baik, jenis makanan atau olahan makanan yang disajikan dibuat hanya dengan mempertimbangkan segi tampilan yang bagus dan rasa yang enak. Kita sering kali lupa dengan segi kesehatan yang justru lebih penting untuk kita jaga dan kita pelihara. Sehingga kita sering kali mengkonsumsi bahan makanan yang tidak sehat untuk tubuh demi untuk kepuasan indra pengecap kita. Sebagai manusia yang semakin berkembang, kita harus pandai-pandai memilah dan memilih makanan atau minuman yang baik atau tidak baik apabila kita konsumsi. Karena apabila tidak, kita tidak akan pernah tau dampak baik atau buruk yang bisa terjadi pada tubuh kita.

Kedelai adalah salah satu jenis makanan yang tidak asing diindonesia dan hamper seluruh lapisan masyarakat dinegara kita mengkonsumsi bahan makanan tersebut. Selain bahan tersebut mudah didapat hamper disetiap kota dinegara kita serta harganya yang terjangkau, kedelai juga sehat untuk dikonsumsi baik untuk anak-anak maupun untuk orang dewasa. Namun rasa kedelai yang hambar dan kurang enak menjadikan masyarakat malas untuk mengkonsumsinya. Biasanya kedelai hanya dioah seperti itu saja, tanpa ada variasinya. Maskanan olahan kedelai yang paling popular kita kenal adalah ”tempe”, dan untuk minumnya kita hanya mengolahnya menjadi “sari kedelai” atau sering kita sebut sebagai “susu kedelai” saja.

Agar konsumsi kedelai menjadi semakin disukai, kita harus pandai-pandai mengolahnya sehingga menghasilkan makanan atau minuman yang lebih berfariatif dalam hal bentuk dan rasa. Dalam hal ini “rumah kedelai” menawarkan banyak sekali variasi hasil olahan kedelai yang tentunya sehat untuk dikonsumsi. Rumah kedelai menggunakan konsep bahan dasar kedelai karena kedelai merupakan bahan makanan yang sehat, yang kaya akan protein nabati dan vitamin E, serta rendah lemak dan bebas kolesterol.

“Ruma kedelai” merupakan Restaurant dan pusat oleh-oleh dengan cirri khas yang semua menu makanan dan minumanya menggunakan bahan baku kedelai. Di “rumah kedelai” terdapat puluhan jenis menu yang diolah secara fariatif, sehingga konsumen dapat memilih lebih banyak pilihan menu sesuai dengan papa yang mereka sukai. Serta harga yang relative terjangkau, dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat atau konsumen akan makanan yang sehat tanpa harus mengeluarkan biaya yang tinggi.

1.2 Perumusan Masalah

1. Bagaimana cara agar kedelai lebih disukai oleh konsumen untuk selalu dikonsumsi ?

2. Apa saja yang bisa kita olah dari bahan makanan kedelai ?

3. Klasifikasi apa saja yang bisa kita buat dari konsumen yang mengkonsumsi olahan kedelai ?

4. Segmentasi pasar yang bagaimana yang bisa kita capai untuk memasarkan makanan hasil olahan kedelai ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk menawarkan solusi cara baru dalam mengkonsumsi kedelai sehingga lebih disukai oleh konsumen atau masyarakat dari anak-anak sampai orang dewasa.

2. Memberikan gambaran nyata bagi konsumen. Untuk hidup lebih sehat dengan cara mengkonsumsi. Makanan dan minuman yang sehat dan baik untuk tubuh kita, dari balita sampai orang tua dalam hal ini yaitu kedelai atau hasil olahan kedelai.

1.4 Manfaat Penelitian

· Manfaat Teoritis

Hasil ini dapat mengembangkan ilmu manajemen khususnya pemasaran dalam bidang makanan. Dalam hal ini makanan sehat dan menciptakan daya kreatifitas kita dalam mengembangkan atau meningkatkan fungsi suatu bahan makanan.

· Manfaat Praktis

1. Bagi rumah kedelai : memperkenalkan produk-produk makanan berbahan dasar kedelai yang diproduksi oleh rumah kedelai yang artinya akan menjadi sebuah promosi yang bertujuan untuk memperoleh pelanggan dan pada akhirnya dapat memperoleh keuntungan usaha.

2. Bagi konsumen : masyarakat atau konsumen akan lebih banyak pilihan dalam menikmati bahan makanan kedelai.

3. Bagi Pemerintah : Dapat menambah pajak pembangunan dari perusahaan kami dan dapat mengurangi tingkat pengangguran didaerah setempat.

1.5 Sistematika Penulisan

Penulisan penelitian ini dibagi menjadi 3 Bab yang masing-masing memiliki sub bab. Sistematika penulisan penelitian inin dapat diurutkan sebagai berikut :

1. Bab 1 Pendahuluan

Merupakan bab pendahuluan sebagai pengantar untuk memahami permasalahan yang akan dibahas. Bab inin terdiri dari Latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

2. Bab 2 Pembahasan

Merupakan bab sebagai pembahasan dari isi penelitian. Bab ini terdiri dari tahapan STP dalam rumah kedelai, Dasar Untuk Mensegmentasi Pasar Konsumen Bagi Produk Rumah Kedelai, segmen yang efektif bagi rumah kedelai, penentuan produk, menentukan Harga, Penentuan Lokasi Usaha dan Melakukan Promosi.

3. Bab 3 Penutup

Sebagai bab yang akan menyimpulkan isi pembahasan dari penelitian. Bab ini terdiri dari penutup serta saran.

II. PEMBAHASAN

2.1 Tahapan STP(Segmentasi, Targeting dan Positioning) dalam Rumah Kedelai

Sasaran utama dalam proses segmentasi, targeting dan positioning (STP) adalah menciptakan dan mempertahankan citra unik merek perusahaan dalam benak konsumen sedemikian rupa. Sehingga merek tersebut memiliki keunggulan kompetitif yang berkesinambungan.

Prosedur Segmentasi, Targetting, dan Positioning (STP) secara rinci meliputi lima tahap pokok :

1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan pelanggan akan mengkonsumsi produk dari kedelai, keinginan pelanggan untuk mengkonsumsinya, manfaat yang diari dari produk yang terbuat dari kedelai (Benefit sought), solusi atas masalah yang dihadapi dalam menentukan target pasar, situasi pemakaian, dan lain-lain.

2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasi menggunakan variable-variabel yang bisa membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan pelanggan rumah kedelai tersebut.

3. Mengefaluasi daya tarik masing-masing segmen menggunakan variable-variabel yang bisa menguantifikasi kemungkinan permintaan akan produk kedelai dari setiap segmen (misalnya, tingkat pertumbuhan variasi dan kualitas segmen bersangkutan), biaya melayani setiap segmen (misalnya, biaya distribusi produk kedelai, biaya pemasaran), biaya memproduksi produk dan jasa yang diinginkan pelanggan (misalnya biaya produksi makanan dan minuman serta diferensiasi produk), dan kesesuaian antara kompetisi inti perusahaan dan peluan pasar sasaran atas rumah kedelai.

4. Memilih satu atau lebih segmen pasar sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaianya dengan strategi korporat rumah kedelai.

5. Mengidentifikasi konsep positioning bagi produk rumah kedelai yang aktraktif bagi pelanggan sasaran dan kompatibel dengan citra korporat yang diharapkan perusahaan kedelai tersebut.

2.2 Dasar Untuk Mensegmentasi Pasar Konsumen Bagi Produk Rumah Kedelai

Dasar atau basis untuk mensegmentasi pada produk rumah kedelai, adalah rumah kedelai menggunakan segmentasi demografi, karena selain segmentasi ini adalah yang paling popular, segmentasi ini yang paling sesuai dengan usaha(produk) yang rumah kedelai pasarkan. Pembagian pasar rumah kedelai seperti :

· Variabel usia

Produk rumah kedelai diperuntukan untuk anak-anak yang sudah mulai dapat memakan sesuatu selain ASI atau susu sampai orang yang lanjut usia.

· Variabel jenis kelamin

Produk rumah kedelai diperuntukan bagi wanita dan juga pria.

Selain itu produk rumah kedelai juga dinikmati oleh siapa saja, karena produk rumah kedelai sehat, dan juga dapat terjangkau secara harga untuk para pelanggan rumah kedelai.

2.3 Segmen yang Efektif Bagi Rumah Kedelai

Segmen merupakan suatu aktifitas membagi atau mengelompokan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembeuan maupun gaya hidup.

Dalam melakukan segmentasi, rumah kedelai memperhatikan efektifitas segmentasi tersebut, hal-hal yang merupakan syarat-syarat segmentasi yang efektif bagi rumah kedelai antara lain :

1. Measureable (terukur)

Measureable berarti segmen pasar harus dapat membantu rumah kedelai dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen, serta alokasi ukuran sumber daya.

2. Substansial (banyak)

Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani bagi rumah kedelai.

3. Accessible (dapat diakses)

Accessible berarti segmen tersebut harus mudah dijangkau oleh rumah kedelai untuk dilayani, atau mudah untuk diakses oleh rumah kedelai.

4. Differentiable (dapat dibedakan)

Differentiable berarti segmen tertsebut dapat dibedakan dengan jelas oleh rumah kedelai.

5. Actionable (dapat dilayani)

Actrionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani oleh rumah kedelai dengan sumber daya yang dimiliki oleh rumah kedelai.

Dalam menentukan segmen oleh rumah kedelai atau House Of Soybean, rumah kedelai telah melakukan pengukuran terhadap potensi pasar dan daya beli masyarakat yaitu menyesuaikan dengan alokasi sumber daya yang rumah kedelai miliki, selain itu rukmah kedelai juga sudah mengetahui apakah produk rumah kedelai itu sendiri substansial yaitu melayani dalam partai besar dan profitable (menguntungkan).

Rumah kedelai juga memberikan kemudahan kepada para konsumen agar mudah dijangkau dan mudah diakses. Produk rumah kedelai ini sangat dapat dibedakan dengan jelas (differentiable) dengan produk lain dan rumah kedelai juga menyesuaikan produknya agar dapat dijangkau dan dilayani dengan sumber daya yang rumah kedelai miliki.

2.4 Penentuan Produk

Dalam strategi pemasaran pada siklus kehidupan produk yang ada dalam rumah kedelai yang salah satunya yaitu “brownis tempe” telah dilakukan tahapan-tahapahnya yang dimulai dari tahapan perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan tahapan penurunan.

Pada tahapan perkenalan (introduction stage), rumah kedelai telah melakukan perkenalan atau introduce kepada mesyarakat dengan cara mempromosikanya.

Cara promosi yang dilakukan dengan melalui majalah makanan, disamping itu promosi yang perusahaan yang lakukan juga dengan cara advertising atau periklanan dimana iklan yang dilakukan dengan menggunakan spanduk dan brosur.

Promosi rumah kedelai juga melakukan hubungan kerja sama antara rumah kedelai dan management wisata kuliner, dimana rumah kedelai akan diliput di TV dan management wisata kulinerpun mempunyhai program yang akan diliputnya.

Pada tahapan pertumbuhan (growth stage), rumah kedelai meningkatkan eksistensinya sebagai distribusi dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen demi terciptanya kepuasan mereka terhadap produk rumah kedelai.

Setelah mereka (konsumen) meresa puas terhadap produk dan layanan yang dilakukan oleh rumah kedelai, maka akan timbul kepercayaan (dari konsumen) yang dapat menguntungkan rumah kedelai itu sendiri.

Setelah rumah kedelai mendapatkan kepercayaan itu, maka rumah kedelai akan mempertahankanya dan akan mencari konsumen baru dengan cara membuka saluran distribusi baru atau cabang, sehingga rumah kedelai akan mulai membesar.

Pada tahapan kedewasaan (naturity stage) ini rumah kedelai harus pintar dalam memanage persaingan karena tidak hanya rumah kedelai saja yang menjual produk yang disajikanya, tetapi banyak diluar sana yang memproduksi makanan dan minuman dengan dasar bahan yang sama yaitu rumah kedelai.

Hal-hal yang perlu ditekankan oleh rumah kedelai adalah harga dan produk-produk yang berada pada tahap kemunduruan.

Harga penjualan produk sebaiknya diidealkan sesuai dengan kondisi pasar. Sedangkan produk-produk yang mengalami kemunduran, maka rumah kedelai akan mendesain ulang dan mengurangi produksinya.

Pada tahap penurunan (declaim stage), pertusahaan akan memanage lagi produk-produk mana yang mengalami kemunduran. Apabila produk tersebut tidak ada lagi yang meminatinya, maka rumah kedelai akan menghapusnya dan akan digantikan dengan produk yang baru yang lebih baik pastinya.

2.5 Menentukan Harga

Menu-menu yang ada di Restoran Rumah Kedelai (House Of Soybean Resto) antara lain :

ü Menu Hottest :

  • Brownies Tempe: - Rasa cokelat = Rp. 20.000

- Rasa Strawbery = Rp. 22.000

- Rasa Keju = Rp. 28.000

  • Sari Kedelai Love Cappucino = Rp. 5.000
  • Steak VS Soya Sauce = Rp. 10.000

ü Menu Makanan :

· Pia Tempe = Rp. 5.000

· Capcay Mix Kedelai = Rp. 6.500

· Tahwa Asmara = Rp. 4.000

· Chocochip Tempe = Rp. 3.500

· Tempe Goyang = Rp. 1.500

· Tahu Mix Telor = Rp. 6.000

· Roll Soya = Rp. 2.000

· Noky2 Kedelai = Rp. 4.500

· Puding Kedelai = Rp. 4.000

· Tempe 7610 = Rp. 2.000

· Kripik Tempe Aneka Rasa = Rp. 6.500

· Kripik Tempe Special = Rp. 7.500

· Kripik Tempe Standart = Rp. 5.500

ü Menu Minuman :

· Sari Kedelai = Rp. 2.000

v Jahe = Rp. 2.500

v Cappucino = Rp. 2.500

v Moccacino = Rp. 2.500

v Caramel House = Rp. 2.500

v Strawberry = Rp. 2.500

v Melon = Rp. 2.500

v Cokelat = Rp. 2.500

· Soya Juice = Rp. 3.000

· Nata De Soya = Rp. 3.500

· Soymilk = Rp. 4.500

· De_assoy = Rp. 5.000

Dalam menentukan Harga makanan dan minuman, rumah kedelai selalu memperhatikan harga yang ada dipasar dan menimbang-nimbang, apakah dengan harga sedemikian akan sesuai dengan rumah kedelai.

2.6 Penempatan Lokasi Usaha

Perencanaan lokasi merupakan salah satu aktifitas awal yang dilakukan praoperasionalisasi rumah kedelai. Lokasi direncanakan dengan tujuan yang sudah tidak asing terdengar, yaitu efektif dan efesien atau dengan kata lain disebut baik. Tujuan perencanaan lokasi dari rumah kedelai ini, untuk menentukan lokasi rumah kedelai sebaik mungkin agar beroperasi maupun berp[roduksi dengan lancar. Penentuan lokasi yang baik akan memberikan output kemampuan rumah kedelai. Kemampuan tersebut diantaranya, rumah kedelai mampu melayani konsumen dengan memuaskan, memperoleh bahan mentah yang cukup dan berkesinambungan pada harga yang diinginkan, dan lain-lain.

Rumah kedelai berkepentingan selalu memperoleh bahan mentah secara mudah, murah dan cepat pada biaya yang minimal.

Selain itu, ada beberapa hal yang juga penting untuk diperhatikan dalam menentukan lokasi usaha rumah kedelai, antara lain :

  1. Lokasi harus dilalui dan terlihat secara langsung oleh orang yang lalu lalang.
  2. Memastikan nama bisnisnya dapat terlihat dengan jelas.
  3. Diamati seberapa banyak orang yang lalu lalang.
  4. Diamati jam-jam berapa saja wilayah tersebut ramai dilalui oleh orang.

Oleh karena beberapa faktor penting yang harus diperhatikan oleh rumah kedelai, maka rumah kedelai memilih daerah “pusat kota” sebagai tempat rumah makan “rumah kedelai”, khususnya didaerah Jl. Simpang Balapan.

2.7 Melakukan Promosi

Dalam mengenalkan produk dari rumah kedelai kepada masyarakat, maka harus tercipta komunikasi yang baik terhadap mereka (masyarakat) dengan bahasa yang menarik perhatian, sehingga secara langsung akan berlaku sebagai promoter.

Dalam melakukan promosi, rumah kedelai harus memanage anggaran yang akan dikeluarkan untuk mempromosikan perusahaan serta produk-produknya.

Rumah kedelai menentukan anggaran promosi dengan menggunakan metode sasaran, beban kerja dan metode sesuai kemampuan.

Pada metode sasaran dan tenaga kerja, rumah kedelai menganggarkan promosi sesuai dengan sasaran yang dicapai, yaitu rumah kedelai ingin mencapai sasaran pasar yang meluas dikota tempatnya hinggap terlebih dahulu yaitu kota Malang.

Sedangkan metode sesuai kemampuan bahwa anggaran promosi yang oleh manajemen diperkirakan dapat ditanggung oleh rumah kedelai itu sendiri. Karena rumah kedelai ini belum begitu besar, maka promosinya tidak harus sampai dipasarkan di TV yang memerlukan biaya yang sangat besar, sehingga cukup dengan media yang lain yaitu seperti spanduk, brosur, melalui majalah makanan dan iklan di Radio yang cukup terkenal di kota Malang seperti Makobu FM, dengan slogan yang bisa menunjuka posisi produk rumah kedelai yaitu “Mau sehat .. ?? Hanya di Rumah Kedelai”.

III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Rumah kedelai yaitu sebuah restaurant dan pusat oleh-oleh dengan cirri khas yang semua menu dan makananya menggunakan bahan baku kedelai, kedelai ini merupakan bahan makanan yang kaya akan protein nabati, vitamin E serta rendah lemak dan bebas kolesterol. Hal ini mengembangkan ilmu manajemen pemasaran khususnya dalam bidang makanan yang sehat dan menciptakan daya kreativitas kita dalam mengembangkan fungsi bahan makanan. Untuk memulai usaha ini kita harus memulai dengan tahapan segmentasi, targeting dan positioning (STP) dimana proses ini menciptakan dan mempertahankan citra unik merek perusahaan dalam benak konsumen sedemikian rupa, sehingga merek tersebut memiliki keunggulan kompetitif yang berkesinambungan.

Strategi pemasaran pada rumah kedelai yang memproduksi banyak produk yang slalh satunya adalah brownies tempe, telah melalui tahapan-tahapan perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan tahapan penurunan. Pada tahapan perkenalan rumah kedelai telah melakukan perkenalan kepada masyarakat dengan mempromosikanya.

Pada tahapan pertumbuhan, rumah kedelai meningkatkan eksistensinya sebagai distribusi dengan cara melayani dengan baik. Setelah mereka merasa puas, timbul kepercayaan yang dapat menguntungkan perusahaan. Pada tahapan kedewasaan perusahaan harus pintar memanage persaingan karena banyak diluar sana yang sama-sama mengolah kedelai.

Harga penjualan produk sebaiknya diidealkan sesuai dengan kondisi pasar. Sedangkan produk-produk yang mengalami kemunduran, maka perusahaan akan mendesain ulang dan mengurangi produknya.

Rumah kedelai menentukan anggaran promosi dengan menggunakan metode sasaran dan beban kerja serta metode sesuai kemampuan. Karena rumah kedelai belum begitu besar, maka promosinya tidak harus sampai dipasarkan di TV yang memerlukan biaya yang sangat besar, sehingga cukup dengan media yang lain yaitu seperti spanduk melalui majalah makanan dan iklan di Radio yang cukup terkenal di kota Malang.

3.2 Saran

Demi menyempurnakan Makalah ini, maka kami Tim penyusun membutuhkan kritik serta saran yang membangun.

DAFTAR PUSTAKA

· Kotler, Philip, dkk.1996.MANAJEMEN PEMASARAN.Yogyakarta:Ardi Yogyakarta

· Lamb, Hair, McDaniel.2001.PEMASARAN.Jakarta:Salemba Empat

· http//:www.google.co.id